Assalamualaikum, hari ini saya dapat curhatan salah satu mahasiswa yang menurut saya bagus. Intinya sih tentang perbedaan atau mungkin bahkan ketidak sesuaian pola pengajaran dari apa yang disampaikan oleh Dosen dan pola pengajaran yang diharapkan mahasiswanya. Ada beberapa kata-kata yang saya terima dari apa yang disampaikan mahasiswa itu yang menarik.

Mahasiswa tersebut bilang “Ini beberapa yang saya ingat ketika saya berbeda pemikiran. Yang pertama ketika bapak ngebahas tentang tujuan hidup/kekayaan. Yang mana poin  yang saya dapat itu “kalau tujuan hidupnya jadi kaya ma asa kureng,  soalnya orang kaya sendiri ngejarnya nyari kebahagiaan”, sedangkan  Saya sendiri tujuan hidupnya ingin punya uang banyak, karena saya mikirnya  Realistis bahwa kebahagiaan yang saya sendiri inginkan itu ya butuh banyak uang,  Dan terlebih juga karena saya kelak akan bertanggung jawab atas orang tua, istri, dan anak Saya (aamiin) yang mana saya ingin bisa memberi mereka lebih dari ‘cukup’. Mungkin  Beda pemikiran karena bapak udah ngerasain punya uang banyak, sedangkan saya ma belum Hehe. ” ujarnya. Ya sebenarnya memang hidup itu terkadang harus Realistis, namun harus dibedakan dengan Materialistis. Realistis menurut KBBI adalah bersifat nyata (real); bersifat wajar dan Materialistis bersifat kebendaan; mengenai benda: dan uang adalah benda atau alat. Menurut saya bribadi memiliki dampak positif seperti 

Realistis akan menghindarkan dari pemikiran utopis

Harapan dan mimpi yang diidam-idamkan memang selalu menjadi hal yang indah. Tapi jangan sampai keindahannya membuat Anda terjebak pada pemikiran utopis. Apa itu utopis? Utopis adalah pemikiran seseorang yang bersifat khayal namun tanpa pernah berusaha untuk mewujudkannya.

Jika sudah memiliki harapan dan mimpi, maka pikirkanlah juga bagaimana cara untuk mewujudkannya. Bekerja keras, membuat perencanaan yang baik dan memiliki pikiran sadar atas masa depan menjadi bagian penting yang harus Anda lakukan. Dengan begitu Anda tidak akan terbuai pada mimpi dan harapan semu.

Realistis akan membuat Anda bisa berdamai dengan diri sendiri

Pertimbangkan kenyataan yang ada dengan mengutamakan pikiran sadar. Jangan memaksakan perasaan kepada sesuatu tanpa mempertimbangkan pemikiran realistis. Berpikir realistis sebenarnya bisa menjadi bahan pertimbangan agar Anda bisa mengambil keputusan dan langkah yang tepat.

Dari pemaparan tadi diahapkan  realistis dan materialistis harus bisa dibedakan, dalam menilai pikiran dan sikap seseorang. Dengan begitu kita tidak akan mudah menghakimi seseorang sebagai orang yang “matre”, padahal sebenarnya dia memilih realistis. Dan pemaparan dan penjelasan ini bukan bermaksud menjustifikasi mahasiswa tersebut berfikir materialistis, namun sebagai pengingat, jangan sampai mengatasnamakan realistis namun materialistis pada kenyataannya.

Selanjutnya berkaitan dengan tujuan hidup yang disampaikan tadi, bukan berati melarang untuk memiliki tujuan meraup kekayaan atau harta. Namun yang terfikirkan oleh saya pribadi, jika kita memiliki ambisi untuk mendapatkan uang sebanyakbanyaknya, kemungkinan kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Saya teringat satu hadis yang mengatakan “Setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (Tirmidzi) dan “Orang yang motivasinya hanya seputar isi perut, kualitasnya tidak lebih dari kotorang yang keluar darinya.” mungkin kurang lebih itu bunyinya.

Jadi, menurut saya seyogianya manusia harus memiliki tujuan yang baik dan saling memberi kebaikan, saya teringat kata kata aktris jadul Mae West yang bilang “You only live once, but if you do it right, once is enough.” yang kurang lebih artinya kamu hidup cuma satu kali, jika kamu mekukannnya/menjalaninya dengan baik, satu kali sudah cukup. Terus ada hadis yang menyebutkan Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Saya memiliki keyakinan jika kita hidup untuk memberi manfaat yang baik terhadap lingkungan, kita pun akan dicukupi hidupnya.